Lebih dari 10.000 KK miskin dipuluhan desa tertinggal dari beberapa
kecamatan di Kabupaten Padang Lawas berharap perbaikan prasarana jalan
dan pengaspalan jalan baru serta pembangunan jembatan.Sepanjang 26 km jalan rusak parah, 11 km diantaranya jalan tanah dan belum pernah tersentuh aspal sama sekali, termasuk 8 km jalan baru yang dibuka saat program AMD ke 52 trahun 1996. Jalan sepanjang itu membentang dari simpang Huristak Sialagundi hingga PT Barakas, dari Desa Sialagundi sampai Desa Transmigrasi Batang Pane I dan II, sampai simpang Rokan Baru, jalan R. Parapat Gunung Tua.
Jalan dengan lebar 10 meter itu berpotensi mengangkat perekonomian masyarakat jika pemanfaatannya dapat dimaksimalkan. Masyarakat yang umumnya bertani masih dilingkupi kemiskinan. Salah satu penyebabnya, masalah prasarana jalan yang tak mampu melancarkan mobilisasi hasil bumi.
Beberapa tokoh masyarakat setempat berupaya untuk mewujudkan perbaikan jalan yang rusak dan pembangunan jalan baru di puluhan desa yang masyarakatnya hidup miskin dan nyaris terisolir itu.
Mereka menyurati pemerintah kabupaten, memohon perbaikan dan pembangunan jalan bagi kelancaran mobilitas yang dapat mengangkat perekonomian masyarakat. Oktober lalu, para tokoh itu juga menyurati Plt gubernur Sumatera Utara untuk hal yang sama. Hingga kini masyarakat terus menunggu dan berharap realisasi pembangunan jalan dan jembatan secepatnya.(mondang)